Kamis, 12 Januari 2017

Bisnis Plan (Rencana Bisnis)
Pisang Keju Atlet
Disusun guna memenuhi tugas Take Home Mata Kuliah Kewirausahaan
Dosen pengampu : Arif Humaini, S.S., M.Hum




Disusun Oleh
Martsel Fathinnaufal
20140820003



PRODI PENDIDIKAN BAHASA ARAB
FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA
UNIVERSITAS MUHAMMADIYYAH YOGYAKARTA
2017

Kata Pengantar

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya bisnis plan ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Makalah ini disusun agar pembaca dapat lebih memahami tentang kewirausahaan sekaligus untuk syarat tugas akhir semester gasal 2016 pada mata kuliah kewirausahaan. Makalah ini disusun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah SWT akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada dosen pengampu yang memberikan tugas ini. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca dan bisa terealisasikan oleh penulis. Walaupun makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat diharapkan demi kesempurnaan makalah ini

Yogyakarta, 12 Januari  2017




Martsel Fathinnaufal









Daftar Isi



BAB  I

PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang

Berawal dari program diet karena tuntutan lomba pencak silat yang akan berlangsung 2 pekan lagi maka para atlet biasanya mengkonsumsi buah pisang untuk menurukan berat badannya. Diet pisang adalah salah satu program diet yang cukup terkenal di Jepang. Dan saat ini methode diet ini saudah menyebar luas dan banyak dipakai oleh siapa saja yang mengalami masalah kegemukan atau obesitas dibelahan dunia manapun. Pisang diketahui mempunyai kandungan enzim yang bisa membantu dalam mempercepat proses pencernaan dan hal ini sangat baik untuk membantu menurunkan berat badan secara cepat..
Dengan perkembangan zaman dan teknologi maka orang sekarang mulai berhati-hati dalam memilih dan membeli makanan, karna pada masa kini banyak makanan yang dibuat dengan menggunakan bahan kimia yang berbahaya. Sebagian masyarakat kelas bawah, memilih makanan hanya berpedoman pada rasanya yang enak dan murah. Dua hal inilah yang menjadi prioritas utama mereka dalam membeli makanan. Mereka tidak begitu memikirkan kandungan yang terdapat dalam makanan tersebut. Untuk itulah kami bermaksud untuk membuat makanan yang memiliki rasa yang enak dengan harga yang cukup murah dan aman untuk dikonsumsi karna tidak menggunakan bahan kimia yang berbahaya, serta memiliki kandungan gizi yang cukup.
Terkadang karena program diet ini sudah berakhir sisa pisang masih banyak tersimpan dan kadang ketika selesai pertandingan pisang tersebut terabaikan dan tidak dimakan karena sudah merasa tidak harus diet lagi dan sudah bisa makan makanan yang lebih nikmat daripada pisang. Bahkan karena pisangnya sudah terabaikan akhirnya pisang tersebut menjadi makanan yang biasa-biasa saja dibanding dengan makanan yang lain.

2.      Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan saya membuat produk makanan dari olahan pisang ini untuk memberi inovasi baru menjadi makanan yang lebih modern.Sehingga anggapan orang tentang pisang bukanlah makanan yang biasa-biasa saja, dengan adanya olahan baru dari pisang ini menjadi Pisang Keju “Atlet” menumbuhkan image yang tinggi pada makanan ini serta pisang juga dapatdiolah menjadi makanan yang enak, lezat dan bergizi. Maksud dan tujuan lainnya apabila mendapatkan keuntungan yang sebanyak-banyaknya dari modal secukupnya dan agar pisang yang tersimpan dapat dimanfaatkan dengan sebaik mungkin.



BAB II

ANALISA BIAYA

A.     Modal Awal

1.      Gerobak = Rp. 2.500.000
2.      Kompor Gas 1 x Rp. 80.000 = Rp. 80.000
3.      Tabung Gas 1 x Rp.140.000 = Rp. 140.000
4.      Teflon 1 x Rp. 60.000 = Rp. 60.000
5.      Penjepit 1 x Rp. 5.000 = Rp. 5.000
6.      Staplers 2 x Rp. 5.000 = Rp. 10.000
7.      Sendok 3 x Rp. 1.500 = Rp. 4.500
8.      Lampu dan Kabel 1 m = Rp. 20.000
9.      Kursi 3 x Rp. 15.000 = Rp. 45.000
10.  Lap 2 x Rp. 5.000 = Rp. 10.000
11.  Pisau 1 x Rp. 15.000 = Rp. 15.000
12.  Parutan Keju 1 x Rp. 4.500 = Rp. 4.500
13.  Sticker product dan harga = Rp. 15.000

Total= Rp. 2.909.000 

B.     Biaya Bulanan

1.      Mentega 13 bks x Rp. 4.000 = Rp. 52.000
2.      Susu kental manis coklat 11 klg x Rp. 6.800 = Rp. 74.800
3.      Keju 10 bks x Rp. 14.000 = Rp. 140.000
4.      Meises coklat 12 bks x Rp. 3.500 = Rp. 40.000
5.      Dus 65 dus x Rp. 350 = Rp. 24.250
6.      Kantong kresek 20 bks x Rp. 1.000 = Rp. 40.000
7.      Pembersih kaca 1 btl x Rp. 9.000 = Rp. 9.0008.
8.       Biaya listrik  Rp. 50.000

Total =Rp. 430.000 

C.      Biaya Harian

1.      Pisang 3 sisir x Rp. 15.000 = Rp. 45.000
2.       Isi Gas 1 tabung x Rp. 14.500 = Rp. 14.000
Total =Rp. 59.000

Jumlah Kebutuhan ModalRp. 2.909.000 + Rp. 430.000 + Rp. 59.000 = Rp. 3.398.000

BAB III

PROSES PRODUKSI DAN PEMASARAN

A.     Proses Produksi

  Untuk membuat produk Pisang Keju “Atlet” ini, ada beberapa langkah yang harus dilakukan.  Langkah yang paling utama adalah memilih pisang kualitas terbaik untuk dijadikan sebagai bahan baku. Sedangkan untuk pembuatannya ikuti langkah-langkah berikut ini :
1.      Pisang yang sudah dipilih, dikupas dan dipotong-potong serong
2.      Panaskan wajan Teflon lalu masukkan mentega
3.      Goreng pisang masak hingga kecoklatan
4.      Angkat lalu susun menjadi beberapa bagian, parut keju di atasnya, siram dengan susu kental manis coklat dan meises coklat / kacang.
5.      Pisang Keju siap disajikan.

B.     Pemasaran

  Untuk pemasaran produk ini, saya membuat 2 dua outlet yang terletak di Jalan Lingkar Barat, Tamantirto Kasihan Bantul Yogyakarta.  Tepatnya di depan Kampus UMY. Dan Jalan Kadrie Oening, Sangkulirang Kalimantan Timur tepatnya didepan rumah saya sendiri. Outle tini buka setiap hari dari pukul 17.00 sampai pukul 21.30 WIB.  Setiap harinya outlet saya mampu menjual 43 potong Pisang Keju membutuhkan 3 sisir Pisang. Tiap potongnya seharga Rp. 2.000. Produk Pisang Keju “Atlet” ini memiliki dua variasi rasa yaitu Pisang Keju coklat dan Pisang Keju kacang.  Kelebihan pisang keju “Atlet” ini lebih murah,ada pilihan rasa dan lebih lezat

C.      Perhitungan Laba Rugi

Analisa Perhitungan laba rugi
Asumsi /hari terjual produk terrendah43 potong x Rp. 2.000 = Rp. 86.000
Laba /hari  = Rp. 86.000 – Rp. 59.000 = Rp. 27.000
Laba /bulan = 30 hari x Rp. 27.000 = Rp. 810.000
Laba bersih perbulan = Rp. 810.000 – Rp. 430.000= Rp. 390.000BEP = Modal Awal  : Keuntungan Bersih Perbulan= Rp. 2.909.000 : Rp. 980.000= Rp. 7,66
Jadi, dari asumsi penjualan tersebut terjadi dalam jangka waktu + 7,66 bulan.



BAB IV

PENUTUP


Kesimpulan

Demikian bisnis plan yang dapat saya buat kurang lebihnya harap dimaklumi. Dan pada intinya Bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba sebesar-besarnya. Secara historis, bisnis berasal dari kata business yang berasal dari kata dasar busy yang berarti “sibuk”. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan. Dalam ekonomi kapitalis, kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak swasta, bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya. Dari analisis diatas, penulis dapat menyimpulkan bahwa menjalankan suatu bisnis itu tidak mudah kita harus memahami apa saja komponen-komponen yang ada di dalam bisnis. Sehingga, kita tidak mengalami kerugian atau gulung tikar dari usaha yang kita jalankan. Misalnya, Bisnis industri kuliner merupakan salah satu bisnis yang paling laris saat ini, masih banyak nya orang orang masih butuh akan jajahan kuliner atau tempat kuliner yang berkualitas bagus dan terjangkau harganya. Dengan demikian, bisnis kuliner seperti inilah yang menjadi solusi bagi masyarakat menengah ke bawah.


Share:

Draft Proposal

BAB I

PENDAHULUAN


LATAR BELAKANG

Bahasa merupakan salah satu unsur kebudayaan yang lahir dari kebutuhan
dasar  (basic  need)  manusia  dalam  upaya  meningkatkan  peradabannya.  Fungsi
utama bahasa adalah sebagai alat komunikasi antar manusia dan fungsi lain adalah
sebagai   alat   berfikir,   mengungkapkan   perasaan   dan   pendukung   keseluruhan
pengetahuan manusia.[1]
Bahasa Arab juga sebagai bahasa dunia bahkan bahasa Arab memiliki fungsi yang sangat istimewa dari bahasa-bahasa lain ya, bukan saja bahasa Arab memiliki nilai sastra yang tinggi bagi mereka yang mengetahui dan mendalaminya, di lain pihak bahasa Arab ditakdirkan sebagai bahasa al-Qur’an, yakni mengkomunikasikan kalam Allah.[2]
Para ahli psikologi pembalajaran sepakat bahwa dalam proses belajar-mengajar terdapat unsur-unsur (1) internal, yaitu bakat, minat, kemauan, dan pengalaman terdahulu dalam diri pembelajar; dan (2)eksternal, yaitu lingkungan guru, buku teks, dsb.[3]
Hingga dulu sampai saat ini bahasa Arab masih dianggap sebagai “momok” yang dipersepsikan sebagai pelajaran yang sulit dan membosankan, banyak  anak  yang  sama  sekali  tidak  tertarik  dan  bahkan  merasa  benci  dan  takut dalam  belajar  bahasa  Arab  sehingga  mereka  merasa  cemas  dan  takut,  kalau dibiarkan hal ini dapat menghambat perkembangan pengetahuan mereka.
Sebenarnya,   rasa   cemas   (khawatir)   dan   takut   terhadap bahasa   Arab tidaklah  selalu  berdampak  negatif  karena  pada  dasarnya  perasaan  takut  itu  akan memicu  otak  emosional,  bagian  rasa  cemas  yang  muncul  akan  memusatkan perhatian  pada  ancaman  yang  sedang  dihadapi,  memaksakan  pikiran  untuk  terus menerus    memikirkan    bagaimana    mengatasi    permasalahan yang    ada    dan mengabaikan   hal-hal   lain   untuk   sementara   waktu,   sehingga   siswa   akan memfokuskan diri pada permasalahan bahasa Arab yang sedang dihadapinya.
Siswa yang merasa takut terhadap bahasa Arab sering kali mudah menjadi sangat gelisah dan memerlukan waktu lama untuk menghilangkan sumber-sumber ketakutan  itu.  Ketakutan  siswa  akan  meningkat  dan  biasanya  mereka  mudah melupakan  materi  yang  mereka    pelajari.  Jadi  ketakutan  terhadap  bahasa  Arab memegang peranan penting bagi seseorang (siswa) dalam menghindarkan diri dari mempelajari dan menggunakan keterampilan-keterampilan berbahasa (Arab). Kecerdasan  Emosional  dengan  melihat  gejala-gejala  diatas  menunjukan adanya  suatu  gangguan  mental  dan  emosi  atau  yang  sering  dikenal  dengan keterlantaran emosi (emotional deprivation), dalam hal ini anak-anak tidak cukup mendapatkan  pengalaman  tetapi  kegembiraan,  kebahagiaan  dan  kasih  sayang dalam belajar bahasa Arab juga harus di dapatkan.
Daniel  goleman,  penulis  buku  “Emotional  Intelligence”  menyampaikan analisisnya  bahwa  kecerdasan  emosi  sangat  penting  perannya  dalam  menentukan keberhasilan  seseorang.  Sedang  Maurice  J.  Elias  dkk dalam  buku  mereka  yang berjudul   “Cara-Cara   Efektif   Mengasah   EQ   Remaja”   mengatakan   bahwa pengasuhan  anak  dengan  EQ  meminta  orang  tua  (guru) berfokus  pada  kekuatan anak-anak, disamping memberi keterampilan yang mereka butuhkan dalam hidup Mereka.[4]
MTs Nurussa’dah Sangkulirang Kalimantan Timur adalah salah satu lembaga pendidikan Islam yang ada di Desa Benua Baru Ilir, Kecamatan Sangkulirang, Kalimantan timur dan berperan di masyarakat yang bertujuan membentuk generasi muda yang bisa menjadi generasi penerus bangsa dan agama. Untuk mewujudkan tersebut, tidaklah mudah seperti membalikkan telapak tangan namun diperlukan perhatian khusus dalam mendidik dan membimbing siswa, bahkan kesabaran menjadi faktor keberhasilan pendidik.
MTs Nurussa’dah Sangkulirang Kalimantan Timur yang dinilai cukup unggul oleh masyarakat karena nilai-nilai Islam yang cukup didapatkan disana namun kemampuan berbahasa Arab masih sangat kurang walaupun sebagian siswa mendapatkan tambahan materi dari pesantren namun masih saja belum maksimal hasilnya apalagi bagi siswa yang tidak mendapatkan tambahan dari pesantren
Dari latar belakang ini penulis kemudian tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “PENDEKATAN KECERDASAN EMOSIONAL DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI KELAS X (SEPULUH)  MADRASAH TSANAWIYAH SANGKULIRANG, KALIMANTAN TIMUR”


RUMUSAN MASALAH

1.      Bagaimana pelaksanaan pendekatan kecerdasan emosional dalam pembelajaran bahasa Arab di MTs Nurussa’dah Sangkulirang, Kalimantan Timur?
2.      Apa saja faktor-faktor pendukung dan penghambat pelaksaanaan pendekatan kecerdasan emosional dalam pembelajaran bahasa Arab di MTs Nurussa’dah Sangkulirang, Kalimantan Timur?

TUJUAN PENELITIAN

1.      Untuk mengetahui pelaksanaan pendekatan kecerdasan emosional dalam pembelajaran bahasa Arab di MTs Nurussa’dah Sangkulirang, Kalimantan Timur?
2.      Untuk mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat pelaksaanaan pendekatan kecerdasan emosional dalam pembelajaran bahasa Arab di MTs Nurussa’dah Sangkulirang, Kalimantan Timur?

MANFAAT PENELITIAN

1.      Sebagai bahan rujukan bagi pendidik maupun suatu lembaga pendidikan untuk senantiasa berkreasi dan menemukan metode yang lebih baik lagi.
2.      Dapat menjadi sumbangan pemikiran terkhusus pada pengajar pendidik bahasa Arab di dunia

KAJIAN PUSTAKA

Skripsi saudara Mustafa yang berjudul “Hubungan antara Kecerdasan Emosional dengan religiusitas siswa di MAN Tempursari Ngawi”yang mencoba menganalisis hubungan korelasi kecerdasan emosional dengan religiusitas dikalangan para siswa di MAN Tempursari Ngawi.
 Skripsi saudara Nur Kalam yang berjudul “Menumbuhkan Kecerdasan Emosi pada Anak dengan Pendekatan Pendidikan Islam” yang membahas tentang manfaat kecerdasan emosional pada anak dimana kanak-kanak awal dan hubungan keluarga dengan anak serta bagaiaman pandangan islam tentang kecerdasan emosional.
Skripsi saudara Imam Subkhi yang berjudul “Urgensi kecerdasan Emosi dalam Proses Pembelajaran melalui pendekatan Konstruktivis dengan metode Resitasi Experimen terhadap Prestasi Belajar Fisika” skripsi ini membahas tentang pendekatan konstrutivis dengan menggunakan metode resitasi dan metode experiment serta mengandalkan kecerdasan emosi siswa dalam meningkatkan prestasi belajar Fisika siswa
Skripsi saudara M. Nurul Atik yang berjudul “Urgensi Pendekatan Kecerdasan Emosional dalam Pembelajaran Bahasa Arab bagi Tingkat Pemula”yang membahas tentang pentingnya belajar bahasa arab dengan menggunakan pendekatan kecerdasan emosional bagi anak yang akan belajar bahasa Arab.
Skripsi saudari Neti Mardiati yang berjudl “Kecerdasan Emosional Siswa Kelas II MTsN Yogyakarta Dalam Belajar Bahasa Arab” yang membahas tentang konsep kecerdasan emosional siswa kelas II MTsN II dalam belajar bahasa Arab.






BAB II

KAJIAN TEORI



Teori tentang variabel x

Teori Tentang Kecerdasan Emosi
Istilah kecerdasan emosi pertama kali dilontarkan pada tahun 1990 oleh  psikolog  Peter  Salovey  dari  Harvard  University dan  Mayer  dari University  of  Harmshire  untuk  menerangkan  kualitas-kualitas  emosional yang tampaknya penting bagi keberhasilan.[5]
Kecerdasan  Emosi  atau emotional  intelligence merujuk  kepada
kemampuan  mengenali  perasaan  kita  sendiri  dan  perasaan  orang  lain, kemampuan  memotivasi  diri  sendiri,  dan  kemampuan  mengelola  emosi dengan baik pada diri sendiri dan dalam hubungan dengan orang lain.[6]Ia juga  merupakan  bentuk  pengembangan  dari  salah  satu potensi  penting yang  dimiliki  manusia,  yaitu  emosi,  tanpa  emosi  manusia  akan  menjadi lebih kecil dibanding mesin-mesin yang dapat bekerja secara monoton dari hari    kehari. Jalaluddin  Rakhmat    mengatakan    bahwa    emosi    telah memberikan  bumbu  dalam  kehidupan;  tanpa  emosi,  hidup  ini  kering  dan gersang.
      Istilah “emosi” itu berasal dari asal kata movere, kata kerja bahasa  latin  yang  berarti  “menggerak,  bergerak”  ditambah  awalan  ”e-“  untuk memberi   arti   “
bergerak   menjauh   (bergerak). Mengisyaratkan   bahwa kecenderungan bertindak merupakan hal yang mutlak dalam  emosi.
James   Daver   mengatakan   emosi   sebagai   suatu   keadaan yang kompleks  atas  organisme  yang   menyangkut  perubahan  jasmani  yang sifatnya luas (dalam pernafasan, denyut jantung, kelenjar dan sebagainya). Dilihat  dari  segi  kejiwaan,  emosi  adalah  suatu  keadaan  perangsang  atau pertubasi  (gusar  atau  terganggu)  yang  ditandai  oleh  perasaan  yang  kuat. dan  biasanya  ditandai  oleh  suatu  dorongan  kearah  bentuk  tingkah  laku tertentu.[7]

Teori tentang variabel y

Tinjauan  Tentang  Pembelajaran  Bahasa  Arab  dengan  Pendekatan Kecerdasan Emosional
      Menurut  Oemar  Hamalik  pembelajaran  adalah  suatu  kombinasi yang tersusun    meliputi   unsur-unsur    manusiawi,    material,   fasilitas, perlengkapan,   dan  prosedur  yang   saling   mempengaruhi untuk   tujuan
pembelajaran.[8]Pembelajaran  juga  mengandung  arti  suatu  proses  interaksi
antara   peserta   didik   dengan   lingkungan,   sehingga   terjadi   perubahan
perilaku  kearah  yang  lebih  baik  yang  dipengaruhi  beberapa  faktor  baik
internal maupun eksternal.
      Sedangkan bahasa adalah suatu alat komunikasi antar sesame manusia, dari itu lahirlah bahasa masyarakat tertentu dengan tanpa harus bermusyawarah terlebih dahulu karena setiap masyarakat menciptkan bahasa sendiri yang berfungsi untuk berkomunikasi dikalangan mereka sendiri yang berfungsi untuk berkomunikasi dikalangan mereka sendiri yang berfungsi untuk berkomunikasi dikalangan mereka sendiri, oleh sebab itu lahirlah bahasa yang beraneka ragam  sesuai taraf masyarakat di mana bahasa itu lahir.[9]
      Dengan demikian Pembelajaran bahasa Arab di sini sebagai pembelajaran bahasa Arab pada suatu mata pelajaran bahasa yang diajarkan di MTs Nurussa’dah Sangkulirang Kalimantan Timur.
      Dalam melaksanakan pembelajaran bahasa Arab dengan pendekatan kecerdasan emosional, sangat perlu memperhatikan hubungan yang harmonis dan menciptakan interaksi belajar yang baik, hal ini akan memudahkan guru untuk melibatkan siswa, memudahkan pengelolaan kelas, memperpanjang waktu fokus, dan meningkatkan
kegembiraan. Inilah yang penulis sebut dengan pendekatan kecerdasan emosional dalam pembelajaran.
Berhasil tidaknya suatu kegiatan pembelajaran pada dasarnya turut ditentukan oleh dua hal, yaitu pengelolaan kelas dan pengajaran itu sendiri. Pengelolaan kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses pembelajaran.Dengan kata lain adalah kegiatan-kegiatan untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses pembelajaran. Keberhasilan pengajaran, dalam arti tercapainya tujuan instruksional sangat bergantung pada kemampuan mengatur kelas, kelas yang baik dapat menciptakan situasi yang memungkinkan anak belajar sehingga merupakan titik awal keberhasilan pengajaran. [10]
Secara psikologis pengelolaan kelas merupakan suatuproses menciptakan iklim stau suasana emosional dan hubungan sosial yang positif , artinya ada hubungan yang baik dan positif antara guru dan anak didik atau antara sesama peserta didik. Dalam hal ini guru adalah kunci terhadap pembentukan hubungan pribadi yang sehat. sehingga guru dituntut memiliki kecakapan emosional yang memadai yang meliputi:
a.       Menciptakan suasana yang rileks yaitu salah satunya dengan melontarkan atau menyelipkan lelucon (humor) pada mereka. Tertawa seperti halnya rasa bahagia agaknya dapat menolong orang berpikir dengan wawasan lebih luas dan berasosiasi lebih bebas selain itu dapat juga memperkuat kemampuan untuk berpikir dengan fleksibel dan dengan lebih kompleks sehingga memudahkan menemukan pemecahan masalah.
b.      Kemampuan  berempati  dan  memahami  cara  pandang  orang  lain  yaitu dengan  tidak  menyamaratakan  siswa  karena  siswa  bukanlah  benda yang  bisa  disamaratakan.
c.       Kemampuan  memotivasi  dan  menanamkan  rasa  optimisme.
d.      Menggunakan    kecakapan    sosial    yang    positif    dalam    membina
hubungan  yaitu  dengan  cara  mmenciptakan  hubungan  yang  harmonis
diantara guru dan siswa dan juga antara siswa dan siswa Kemampuan membina hubungan sangat dibutuhkan dalam pembelajaran bahasa Arab karena dalam belajar bahasa butuh praktek dan dalam mempraktekan bahasa siswa cenderung butuh partneryang bisa diajak untuk mengembangkan kebahasaan khususnya dalam hal ini adalah bahasa Arab.
Sementara pengajaran itu sendiri berkaitan dengan upaya pembentukan pengetahuan kemampuan dan ketrampilan dan sikap siswa terhadap bahasa Arab, dengan menempatkan dan melibatkan siswa secara aktif dan mengarahkan siswa untuk menikmati ketika belajar bahasa Arab sehingga pengetahuan yang mereka peroleh merupakan pengetahuan yang bermakna dan terikat secara emosional dalam diri siswa.
Pada dasarnya semua kegiatan yang kita lakukan, temasuk kegiatan pembelajaran di kelas itu tidak bisa terlepas dari aspek emosi. Emosi akan menjadi faktor pendukung dalam pembelajaran apabila emosi tersebut dikelola dengan baik namun juga bisamenjadi faktor penghambat pembelajaran apabila emosi tidak dikelola secara tepat maka diperlukan adanya perhatian yang serius oleh seorang guru terhadap keadaan emosi siswa dan memanfaatkanya dalam proses pembelajaran, yaitu melalui optimalisasi kegiatan, interaksi belajar dan pembinaan hubungan baik antara siswa maupun antara guru dan siswa.





BAB III

METODOLOGI PENELITIAN


JENIS PENELITIAN

Jenis  penelitian ini adalah penelitian  lapangan (field research) dengan menggunakan    pendekatan    kualitatif.    Dalam    penelitian ini    penulis menggunakan   pengumpulan   data   yang   diperoleh   dengan melakukan penelitian  secara  langsung dilapangan.Sedang  untuk  menyelesaikan permasalahan  yang  ada digunakan   pendekatan  psikologis,  artinya  setiap topik  bahasan  yang  berhubungan  dengan   penelitian  ini  sebagian  besar diuraikan berdasarkan teori-teori psikologi.

SUBJEK PENELITIAN

MTs Nurussa’dah Sangkulirang Kalimantan Timur adalah salah satu lembaga pendidikan Islam yang ada di Desa Benua Baru Ilir, Kecamatan Sangkulirang, Kalimantan timur dan berperan di masyarakat yang bertujuan membentuk generasi muda yang bisa menjadi generasi penerus bangsa dan agama. Untuk mewujudkan tersebut, tidaklah mudah seperti membalikkan telapak tangan namun diperlukan perhatian khusus dalam mendidik dan membimbing siswa, bahkan kesabaran menjadi faktor keberhasilan pendidik.

OBJEK PENELITIAN

MTs Nurussa’dah Sangkulirang Kalimantan Timur kelas X namun karena jumlah
siswa kelas X (sepuluh) lebih dari seratus maka yang dijadikan setting penelitian disini
adalah kelas Xa.

TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN

Penelitian ini bertempat di Desa Benua Baru Ilir, Kecamatan Sangkulirang, provinsi Kalimantan Timur pada pukul 10.00 WITA

POPULASI, SAMPEL DAN TEKNIK SAMPLING

Keterangan:
f : Frekuensi yang sedang di cari persentasenya.
N : Number of cases (Jumlah frekuensi/banyaknya ind
ividu).
P : Angka persentase





TEKNIK PENGUMPULAN DATA

1.      Metode Observasi
Metode  ini  penulis  gunakan  untuk  menghimpun  data  tentang situasi dan kondisi   lingkungan   di MTs Nurussa’dah Sangkulirang, Kalimantan Timur mengenai sarana prasarana dan fasilitas yang ada juga untuk melihat langsung dari dekat tentang kegi
atan pembelajaran bahasa Arab. Observasi ini penulis lakukan dalam proses pembelajaran pada  siswa  kelas  Xa  MTs Nurussa’dah Sangkulirang, Kalimantan Timur

2.      Metode Interview (Wawancara)
Metode  ini  penulis  gunakan  untuk  mendapatkan  data  mengenai pendekatan  kecerdasan  emosional  yang  dilakukan  oleh guru,  hal-hal
mengenai  latar  belakang  madrasah,  proses  belajar  mengajar  bahasa
Arab   dan   hal-hal   lain   yang   belum   terungkap   dalam   instrumen
penelitian  ini.  Adapun  pihak  yang  akan  diwawancarai  adalah  kepala
sekolah dan guru bahasa Arab.

3.      Metode Dokumentasi
Metode  dokumentasi  adalah  mencari  data mengenai  hal-hal  yang berupa catatan,transkrip, buku, surat  kabar,  majalah, prasasti, notulen rapat,  leger,  agenda,  dan sebagainya. Metode  ini  penulis  gunakan untuk  memperoleh  data  yang  bersifat  dokumentatif,  seperti:  keadaan guru,  siswa,  karyawan,  sejarah  berdirinya,  sarana  dan  prasarana  yang ada di MA al-Anwar Pacul Gowang Jombang. 

4.       Kuesioner (Angket).
Angket  adalah  sebuah  metode  pengumpulan  data  melalui  daftar
pertanyaan  tertulis  yang  di  susun  dan  disebarkan  untuk  mendapatkan
informasi   atau   keterangan   dari   sumber   data   yang   berupa   orang.. Metode  ini  digunakan  untuk  mencari  tahu  tentang  sikap,  minat,  dan respon siswa.

TEKNIK ANALISIS DATA

Analisis data yang digunakan dalam pembahasan ini adalah analisis
data kualitatif  yang bersifat deskriptif analitik karena umumnya data yang
dikumpulkan bukan angka, kalaupun ada angka sifatnya hanya penunjang.
Data yang dimaksud meliputi transkip, wawancara, cacatan data lapangan,
foto-foto, dokumen, nota, dan catatan lain.
Kerangka  analisis  yang  penulis  gunakan  adalah  metode  berfikir
induktif dan deduktif, yaitu, metode  analisis masalah dengan cara berfikir
dari   hal-hal   yang   bersifat   khusus   kemudian   ditarik pada   fakta   atau peristiwa    yang    bersifat    umum    kemudian    dikhususkan  lagi pada umumnya  cara  berfikir  ini  mencari  abstraksi-abstraksi  yang  disusun  atau
ditata   secara   khusus   atas   dasar   data   yang   telah   terkumpul   dan dikelompokan secara bersama-sama melalui pengumpulan data selama proses kerja di lokasi penelitian.
Kemudian untuk memperoleh hasil penelitian yang lengkap, tepat dan benar, maka diperlukan metode yang valid dalam menganalisis data. Dalam menganalisa data yang ada, penulis menggunakan teknik analisa data kualitatif sebagai berikut:

a.       Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data yang dibutuhkan maka penulis
mengumpulkan data dengan menggali informasi melalui
observasi, wawancara, dan dokumentasi. Seperti yang sudah pen
ulis paparkan dimuka.

b.      Reduksi Data
Data yang didapat dilapangan langsung diketik atau ditulis dengan rapi, terinci serta sistematis setiap selesai mengumpulkan data. Data-data yang terkumpul semakin bertambah biasanya mencapai ratusan bahkan ribuan lembar. Oleh sebab itu laporan itu harus dianalisis sejak dimulainya penelitian. Laporan-laporan itu perlu direduksi, yaitu dengan memilih hal-hal pokok yang sesuai dengan fokus penelitian.
Data-data yang telah direduksi memberikan gambaran yang tajam tentang hasil pengamatan dan mempermudah penulis untuk mencarinya jika sewaktu-waktu diperlukan.
c.       Penyajian Data
Yaitu sekumpulan informasi tersusun yang memberikankemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Dengan melakukan penyajian data diharapkan dapat mempermudah melakukan pemahaman terhadap masalah yang dihadapi sehingga kesimpulan yang diambil bukan kesimpulan yang gegabah atau terburu-terburu.
d.      Data Kuantitatif.
Terhadap data kuantitatif yang berwujud angka-angka hasil perhitungan dan pengukuran diproses dengan menggunakan rumus sederhana yaitu dengan prosentasi terhadap hasil angket dari responden dan kemudian di tafsirkan dengan kalimat yang bersifat kualitatif.
Adapun rumus yang dapat digunakan adalah :
 
Keterangan:
f : Frekuensi yang sedang di cari persentasenya.
N : Number of cases (Jumlah frekuensi/banyaknya ind
ividu).
P : Angka persentase
e.       Menarik Kesimpulan
Menarik kesimpulan adalah proses terpenting dan terakhir
dilakukan dalam analisis data kualitatif

LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN

Agar penelitian ini terfokus dan sistematis, penulis menuliskan sistematika pembahasan sebagai gambaran umum penelitian sebagai berikut :

Bab I, Pendahuluan : Terdiri dari latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat peneletian dan kajian pustaka
Bab II, Kajian Teori : Terdiri dari Variabel x dan Variabel y
Bab III, Metodologi Penelitian : Terdiri dari jenis penelitian, subjek penelitian objek penelitian tempat dan waktu penelitian, populasi, sampel dan tekhnik sampling, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, langkah-langkah penelitian.























[1] Azyumardi Azra, Esei-esei Intelektual Muslim Dan Pendidikan Islam, (Jakarta: Logos, 1999), hlm.13.

[2] Tayat Yusuf, Saiful Anwar, Metodologi Pengajaran Agama Dan Bahasa Arab, (Jakarta: PT Grafindo Persada, 1997 ), hlm, 187

[3] Ahmad Fuad Effendy, Metodologi Pengajaran Bahasa Arab, (Malang: Misykat, 2004), hlm. 9-10
.

[4] Dwiyono Iriyanto, Membangun Keluarga Cerdas Dunia Akhirat, (Yogyakarta: Aksara Indonesia, 2006), hlm. 79

[5] Lowrence E.Sapiro, Mengajarkan Emotional Intellegence Pada Anak, (Alih Bahasa; Alex Trikantjono, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama,1998), hlm.5

[6] Daniel Goleman, Kecerdasan Emosional Untuk Mencapai Puncak Prestasi, (alih bahasa; Alex Trikantjono, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama,2003), hlm.512.

[7] James Daver,
Kamus Psikologi, (alih bahasa; Nanci Simanjuntak, Jakarta: Bina Aksara, 1988), hlm.133

[8] Oemar Hamalik, Kurikulum Dan Pembelajaran, Jakarta: Bumi Aksara, 2003), hlm.57

[9] Abdul Muin, Analisis Kontrastif Bahasa Indonesia Telaah Terhadap FonetikDan Morfologi, (Jakarta: Pustaka al-Husna Baru, 2004), hlm.19

[10] Conny Semiawan dkk, Pendekatan Keterampilan Proses :Bagaimana Mengaktifkan Siswa dalam Belajar, (Jakarta: PT Gramedia,1990), hlm.63

Share:

my instagram

BTemplates.com

Diberdayakan oleh Blogger.